OELAMASI,LIPUTANNTT.com,Banjir rob akibat air laut pasang dengan gelombang tinggi melanda Desa Tablolong pada 4 Februari 2025 pukul 14.00 WITA. Akibatnya, tiga dusun terdampak dengan lima rumah rusak, puluhan rumah terendam air, serta satu perahu hancur.
Data sementara mencatat sebanyak 1.320 orang dari 226 KK mengungsi, namun mereka lebih memilih tinggal di rumah sanak saudara daripada di posko pengungsian yang disediakan di Kantor Desa, SD GMIT, dan Gereja. Pengungsi tersebar di 36 titik, termasuk 10 ibu hamil, 103 balita dan anak-anak, serta 13 penyandang disabilitas.
Saat ini, dapur umum di Kantor Desa melayani 804 penerima manfaat. Kebutuhan mendesak meliputi air bersih, obat-obatan, selimut, kasur, serta relawan. Wakil Kepala Desa menyatakan bahwa stok sembako masih mencukupi, tetapi pasca-bencana menjadi tantangan utama karena keterbatasan aktivitas melaut.
Koordinator Assessment, Samsul Kemang, menegaskan pentingnya solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi bencana. “Kita mungkin memiliki agama yang berbeda, bahasa yang berbeda, warna kulit yang berbeda, tetapi kita semua berasal dari satu ras manusia. Pastikan bahwa kamu tidak mati tanpa melakukan sesuatu yang luar biasa bagi umat manusia,” ujarnya.
Muhammadiyah dan berbagai pihak terus bergerak untuk membantu warga terdampak. Bantuan dan relawan sangat dibutuhkan agar masyarakat Tablolong dapat segera pulih dari bencana ini.(Tim)