BELU, LIPUTANNTT.com,Melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena beserta rombongan menuju ke Kabupaten Belu, setelah sebelumnya kunker di Kabupaten Malaka pada Sabtu (29/3/2025).
Turut mendampingi Gubernur NTT, yakni Plt. Kadis PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak dan Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Oemboe Wanda dan Kepala Satuan Kerja Bendung I BWS NT II Frengky Welkis.
Enam lokasi yang dikunjungi Gubernur NTT di Kabupaten Belu meliputi, 1). Calon lokasi pembangunan rumah sakit internasional yang terletak di Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, 2). Bendungan Rotiklot, 3). Politeknik Ben Mboi – Universitas Pertahanan RI-Belu, 4). Lokasi Foodestate di Desa Fatuketi, Kecamatan Kaluluk Mesak, 5). Lokasi Pabrik Pakan Ternak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur serta yang terakhir 6). PLBN Motaain.
Setibanya di titik pertama yakni di calon lokasi pembangunan rumah sakit internasional yang terletak di Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Gubernur NTT disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Vincente Hornai Goncalves serta jajaran juga para tokoh masyarakat setempat.
Dijelaskan Gubernur NTT, Melki Laka Lena dilokasi tersebut, bahwa pembangunan rumah sakit bertaraf internasional merupakan program strategis dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan RI, dan Kabupaten Belu menjadi salah satu dari sedikit daerah yang beruntung untuk pembangunan rumah sakit bertaraf internasional tersebut.
“Ada beberapa lokasi di Belu namun yang dipilih yang disini, dan sudah menjadi prioritas dalam usulan. Lahan ini juga merupakan aset milik Pemprov NTT dan siap untuk kami hibahkan untuk pembangunan rumah sakit. Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus pada Belu, sehingga melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan akan dibangun rumah sakit internasional di daerah ini," jelas Melki Laka Lena.
“Dan jika nantinya dibangun, tentu bukan hanya layanan akses kesehatan bertaraf internasional saja yang kita miliki, namun akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi para lulusan tenaga kesehatan khususnya masyarakat lokal di Belu. Anak-anak kita sendiri yang akan diprioritaskan bekerja di rumah salit ini.” Tegas Melki.
Tinjau Bendungan Rotiklot:
Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Vincente Hornai Goncalves serta jajaran, Gubernur Melki Laka Lena dan rombongan kemudian menuju ke Bandungan Rotiklot untuk meninjau langsung pemanfaatan bendungan tersebut.
Untuk diketahui, Bendungan Rotiklot memiliki kapasitas tampung 3,3 juta meter kubik dengan luas genangan 24,91 hektare. Bendungan ini dirancang untuk mengatasi masalah kekeringan yang kerap melanda daerah tersebut, sekaligus menjadi sumber irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya.
Selain itu, Bendungan Rotiklot juga berfungsi sebagai pengendali banjir 500 m3/detik yang kerap terjadi di Kabupaten Belu yang memiliki musim hujan singkat yakni sekitar 3 bulan namun dengan intensitas tinggi. Bendungan Rotiklot berada di daerah aliran sungai Mota Rotiklot, panjang sungai 6,41 kilometer dan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 11,69 kilometer persegi. Tipe Bendungan Rotiklot adalah urugan random dengan tinggi 42,50 meter, lebar puncak 10 meter, panjang puncak 415,82 meter dengan umur manfaat mencapai 50 tahun.
Gubernur NTT mengatakan Bendungan Rotiklot harus dimanfaatkan secara maksimal oleh berbagai pihak terkait yakni Pemprov NTT, Balai Wilayah Sungai serta Pemkab Belu sehingga dapat mendukung produksi pertanian dan juga penyediaan air baku bagi masyarakat sekitar.
“Walau sudah beroperasi bagi pertanian masyarakat sekitar, namun pemanfaatan bendungan ini belum sepenuhnya maksimal. Untuk itu, ke depan bendungan ini harus bisa berperan maksimal khususnya untuk mendukung bukan saja kebutuhan air bersih, namun juga mendukung swasembada pangan," jelas Gubernur NTT.
Kunjungi Unhan Belu:
Usai dari Bendungan Rotiklot, Gubernur NTT kemudian menyempatkan diri untuk meninjau ke Politeknik “Ben Mboi” Universitas Pertahanan RI – Belu.
Politeknik “Ben Mboi” sendiri merupakan bagian dari Universitas Pertahanan RI, yang saat ini memiliki tujuh program studi dan sekarang telah terdapat empat angkatan. Setiap angkatan terdiri dari 175 mahasiswa, menjadikan institusi ini sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi strategis di perbatasan Indonesia.
Gubernur NTT, didampingi Bupati dan Wakil Bupati Belu juga berkeliling melihat situasi dan kondisi kampus.
“Kita bersyukur kepada pemerintah pusat, dimana waktu itu Menteri Pertahanan yang dijabat oleh Pak Prabowo Subianto memilih dan memberikan bagi NTT Politeknik yang luar biasa ini. Kami tentu akan optimalkan baik-baik kampus ini, sehingga para lulusannya dapat memberikan kontribusi dan dukungan bagi NTT diberbagai bidang pembangunan.” Jelas Gubernur Melki Laka Lena pada kesempatan tersebut.
Lokasi Food estate di Desa Fatuketi, Kecamatan Kaluluk Mesak
Waktu petang yang telah menunjukan pukul 18.10 Wita, dilanjutkan oleh Gubernur NTT dengan menuju ke Lokasi Foodestate di Desa Fatuketi, Kecamatan Kaluluk Mesak.
Di lokasi tersebut, Gubernur NTT berkesempatan untuk berdialog dengan para warga masyarakat sekaligus para kelompok tani terkait beberapa persoalan yang mereka hadapi, khususnya terkait pasokan air untuk kebutuhan pertanian.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena pada kesempatam tersebut menginstruksikan langsung jajarannya bersama balai serta kelompok tani untuk dihitung kembali distribusi penggunanaan air sehingga dapat mengairi secara merata antar blok yang ada.
“Coba dibikin perhitungan kembali agar penggunaan air lebih merata, pembagiannya adil, semuanya dapat. Pemanfaatan air juga harus kita gunakan sebijaksana mungkin. Intinya soal manajemen air. Kita optimalkan benar-benar sehingga produksi padi dan jagung kita juga baik. Nanti saya instruksikan jajaran saya untuk kawal dan benahi ini semua.” Terang Melki Laka Lena.
Tinjau Pabrik Pakan Ternak:
Bersama rombongan, Gubernur NTT kemudian menuju lokasi Pabrik Pakan Ternak yang terletak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto, pada Sabtu (29/3/2025) malam.
Gubernur Melki pada moment tersebut menyebutkan dengan pemanfaatan yang maksimal, pabrik pakan ternak ini akan menjadi multiplier effect bagi para petani, khususnya bagi petani jagung sehingga dapat mensupport kebutuhan pakan para peternak.
“Ini satu-satunya pabrik pakan ternak yang ada di NTT dan ada di Kabupaten Belu, diperbatasan negara. Pabrik ini diberi dukungan oleh APBN melalui Kementerian Perindustrian baik di era Pak Jokowi dan sekarang di era Pak Prabowo Subianto. Kami pastikan bahwa pabrik ini akan kami operasikan dengan maksimal, untuk membantu produksi pakan ternak agar bisa mensuplai kebutuhan para peternak di NTT, khususnya di Belu dan daerah sekitarnya.” Jelas Gubernur Melki.
“Keberadaan pabrik ini juga tentu mempunyai multiplayer effect bagi para petani jagung karena akan dibutuhkan bahan baku yang banyak untuk produksinya.” Tambahnya.
Gubernur NTT Tinjau PLBN Motaain:
Walaupun sudah menunjukan pukul 20.30 malam, namun tidak menyurutkan semangat Gubernur NTT untuk mengunjungi titik terakhir yakni di PLBN Motaain dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Belu.
Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika menyambut langsung kedatangan Gubernur NTT serta rombongan.
Gubernur NTT pada kesempatan tersebut selain menerima penjelasan langsung dari Kepala PLBN Motaain terkait pelayanan, juga memastikan berbagai pihak lain seperti petugas Customs, Imigration, Quarantine, dan Security (CIQS) juga menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.
Gubernur NTT mendorong agar jajaran PLBN Motaain tetap membangun koordinasi dan komunikasi antar petugas wilayah perbatasan guna meningkatkan pelayanan dan kelancaran serta keamanan setiap orang dan barang yang berada dalam pos lintas batas tersebut.
“Kami harapkan seluruh tugas negara di pos lintas batas ini berjalan dengan baik. Untuk itu kami terus mendukung berbagai kebutuhan untuk memastikan semua bisa bekerja dengan baik.” Ucap Gubernur Melki.
Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, juga menyatakan komitmennya dalam menjaga kedaulatan negara.
“Kami juga berkomitmen untuk menjaga kedaulatan negara dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi masyarakat di perbatasan.” Ucap Rika.
Setelah peninjauan pada titik terakhir, Gubernur NTT serta rombongan menuju ke kediaman Bupati Belu untuk jamuan makan malam bersama sebelum bertolak kembali ke Kupang.(*/ar)