KUPANG, LIPUTANNTT.com,Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat menerima kunjungan dari jajaran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTT, bertempat di Ruang Kerja Gubernur NTT, Jumat (14 Maret 2025).
Turut hadir mendampingi Gubernur NTT pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, M.Kes.
Pengelola Program KPA Provinsi NTT, Adrianus Lamury, menyampaikan bahwa masalah HIV/AIDS secara umum masih sangat mengancam generasi muda Indonesia, khususnya NTT dengan jumlah kasus yang cukup tinggi. Ditambah dengan adanya banyak pergaulan bebas, seks bebas, penyimpangan, dan juga penyalahgunaan obat terlarang yang juga masih merebak.
“Karenannya, kami walaupun dengan anggaran yang terbatas, namun KPA daerah tetap melakukan berbagai upaya sosialisasi dan edukasi pada generasi muda dan keluarga untuk mencegah terjadinya HIV/AIDS di kalangan anak muda. Terlebih bagi mereka yang menyimpang secara seksual yang justru memberi andil besar penularan penyakit ini,”ujarnya.
Dijelaskannya, selain itu juga telah dilakukan upaya untuk penanganan HIV/AIDS, KPA di provinsi NTT juga telah melakukan pendampingan pada para penyintas HIV/AIDS yang berkolaborasi dengan LSM yang memiliki concern pada isu yang sama.
“Kami juga memberikan dukungan obat-obatan ARV (Antiretroviral) juga mendampingi supaya tidak terkucilkan oleh masyarakat. Karenanya, kami juga meminta supaya dukungan untuk KPA daerah bisa semakin dikuatkan baik dari segi anggaran maupun juga dukungan dari pusat,” kata Lamury.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh KPA Provinsi NTT yang telah melakukan upaya-upaya untuk penanggulangan HIV/AIDS. Melki menyampaikan, upaya untuk penanggulangan HIV/AIDS juga membutuhkan sinergi Pentahelix terlebih dalam situasi kebijakan efisiensi anggaran saat ini.
"Sinergi Pentahelix dari pemerintah, akademisi, badan dan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, media massa, media sosial sangat diperlukan untuk penanganan HIV/AIDS, apalagi situasi kita sekarang dalam kondisi kebijakan efisiensi anggaran. Ini tugas kita bersama karena tidak bisa hanya dilakukan oleh KPA sendiri. Kerja kolaboratif kita bersama yang akan menyelamatkan generasi muda di NTT agar terhindar dari penyakit ini." ujar Melki Laka Lena.
Komisi Penanggulangan AIDS sendiri merupakan lembaga negara nonstruktural dan independen yang bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan AIDS di Indonesia.
AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah kumpulan dari beberapa gangguan kesehatan yang disebabkan oleh sangat lemahnya sistem kekebalan tubuh.(*)