KUPANG, LIPUTANNTT.com,Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos.,M.Sc, menghadiri perayaan Ekaristi Penyerahan Palium Uskup Agung Kupang di Gereja Katolik Kristus Raja Katedral Kupang, Rabu (19/3). Pallium merupakan simbol yang diberikan Paus kepada Uskup Agung dan hanya diberikan khusus untuk Uskup Agung atau Uskup Metropolitan. Penyerahan Palium oleh Nuncio Apostolik atau Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo didampingi Sekretaris Nuncio Apostolik dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C.
Turut hadir dalam perayaan tersebut para Uskup tamu dan Vikjen dari sejumlah keuskupan di Indonesia beserta para imam dan biarawan/biarawati di wilayah Keuskupan Agung Kupang, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas D. Lana, SH.,M.Si, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, S.Ars., M.Ars serta jajaran Forkopimda Tingkat Provinsi NTT dan Kota Kupang.
Dalam sambutannya Wali Kota Kupang mewakili pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Kupang mengucapkan proficiat kepada Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, yang telah menerima Palium dari Paus Fransiskus melalui Nuncio Apostolik sebagai simbol persekutuan, persatuan dan partisipasi otoritas kepausan dan tahkta apostolik. Bersama Wakil Wali Kota dia mengaku bahagia karena boleh menikmati sebuah peristiwa iman yang penuh makna di minggu-minggu pertama menjabat.
dr. Chris juga mengapresiasi Uskup Agung Kupang, yang selama ini telah berperan sebagai pelayan bagi umatnya baik pelayan dalam sakramen, pelayan dalam iman, pelayan dalam kasih dan persaudaraan. “Esensi menjadi gembala adalah menjadi pelayan. Ini satu tarikan nafas dengan moto kami di Pemerintah Kota Kupang, bahwa memerintah adalah melayani. Lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang tidak lagi berperan sebagai orang yang memerintah, tetapi orang yang melayani. To govern is to serve,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama Wali Kota menekankan pentingnya gerakan sinodal antara Gereja dan Pemerintah, yang harus memiliki dampak bagi masyarakat Kota Kupang dan mampu memecah gelombang lautan masalah di Kota Kupang. “Jika ingin bergerak cepat bergeraklah sendirian namun jika ingin bergerak jauh bergeraklah bersama-sama. If you want to go fast, go alone, but if you want to go far, go together. Saya berharap Pemerintah Kota Kupang dan gereja akan terus berkolaborasi agar kita bisa berjalan jauh bersama-sama,” pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. Menurutnya peristiwa hari ini mengajak semua untuk berjalan cepat dan berjalan jauh, yaitu dengan gerak sinodal bersama dengan seluruh uskup Indonesia, para imam, biarawan-biarawati dan umat, supaya bisa berjalan jauh dan berjalan bersama.
Karena momentum penyerahan Palium ini bertepatan dengan hari raya Santo Yosef, kepada Mgr. Hironimus dia berpesan untuk menjadi gembala sebagaimana Santo Yosef menggembalakan keluarga Nazareth dengan hati seorang bapak. “Dua dari keutamaannya adalah ketaatan dan keberanian kreatif. Orang yang taat kepada Tuhan, hanya takut pada Tuhan, maka ia akan berani secara kreatif,” pesannya.
Seruan untuk berjalan bersama juga disampaikan oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo. Di penghujung sambutannya dia mengajak Uskup Agung Kupang untuk pergi bersama pemerintah, para uskup, biarawan/biarawati serta umat Allah. “Avanti sempre (selalu bergerak maju)”, ungkapnya.
Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menyampaikan terima kasih kepada Paus Fransiskus yang telah mempercayakan tugas penggembalaan sebagai Uskup kepadanya. Juga kepada Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo yang telah mentahbiskan nya sebagai Uskup setahun yang lalu, dan kali ini datang untuk menyerahkan Palium. Dia juga berterima kasih kepada jajaran pemerintah, baik Provinsi NTT maupun Kota Kupang yang selama ini sudah bekerja sama dengan gereja dalam melayani masyarakat dan umat.(*/alr)