KUPANG, LIPUTANNTT.com,Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., memberikan sambutan dalam acara Penerimaan Peserta Pawai Takbiran Laut yang diselenggarakan oleh Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) pada Minggu (30/3) bertempat di Pantai Kelapa Lima, Kupang. Turut hadir Kepala Stasiun Bakamla Kupang, Perwakilan Basarnas Kupang, jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTT, Ketua Serikat Nelayan NU NTT, Imam Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima serta masyarakat Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya acara ini yang meski cuaca tidak mendukung, tetap berlangsung dengan penuh antusiasme berkat kerja keras panitia dan semangat masyarakat.
Wawali menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara, yang terdiri dari Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Provinsi NTT, MUI Provinsi NTT, dan Kota Kupang. "Saya sangat mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan oleh panitia dalam menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik, serta kepada masyarakat yang telah hadir meramaikan acara ini," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pawai Takbiran Laut bukan hanya sekedar perayaan, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa Kota Kupang adalah kota yang menjunjung tinggi toleransi, harmoni, cinta kasih, dan keberagaman antarumat beragama. "Kegiatan ini adalah bagian dari visi besar kita untuk mewujudkan Kota Kupang yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan," tambahnya.
Lebih lanjut, Wawali menekankan pentingnya mempertahankan tradisi Pawai Takbiran Laut sebagai salah satu ciri khas Kota Kupang yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. "Dengan daya tarik yang unik, pawai takbiran laut ini dapat menjadi magnet bagi wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya bagi UMKM," jelasnya.
Serena juga mengajak seluruh warga Kota Kupang untuk lebih peduli dengan lingkungan, mengingat pentingnya menjaga kebersihan laut dan kota. "Kebersihan adalah sebagian dari iman. Mari kita jaga laut dan kota kita dengan tidak membuang sampah sembarangan," tegasnya. Sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan, pemerintah Kota Kupang juga telah menyusun roadmap penanganan sampah, termasuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan.
Di akhir sambutannya, Wawali mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama membangun Kota Kupang yang lebih baik. "Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tetapi jika ingin berjalan jauh, marilah kita berjalan bersama-sama," ujarnya. Sebagai penutup, Wawali mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Kota Kupang, mohon maaf lahir dan batin.
Sementara itu, Ketua Serikat Nelayan NU NTT, Angki La Ane, menyampaikan bahwa meskipun cuaca ekstrem beberapa hari sebelumnya sempat mengkhawatirkan, pihaknya tetap berusaha untuk melaksanakan acara tersebut dengan sebaik-baiknya. "Setiap tahun kami melaksanakan kegiatan ini dan meskipun cuaca beberapa hari lalu cukup ekstrim, kami tetap berusaha untuk melaksanakannya. Namun, cuaca buruk dan gelombang tinggi menghalangi sebagian besar kapal untuk ikut berpartisipasi," ujar Angki La Ane
Pada tahun ini, SNNU NTT menyiapkan 35 perahu untuk mengikuti pawai takbiran, namun hanya beberapa kapal yang berhasil mengikuti kegiatan ini akibat kondisi laut yang tidak memungkinkan. Angki juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya kepada Ibu Wakil Wali Kota Kupang, yang telah hadir dan mendukung kegiatan tersebut. "Kami atas nama Serikat Nelayan NU NTT dan panitia Takbiran Laut mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang, terutama Ibu Wakil Wali Kota yang telah meluangkan waktu untuk hadir di acara malam ini," tambahnya.
Meskipun cuaca tidak bersahabat, acara Takbiran Laut ini tetap menjadi bagian dari tradisi tahunan Serikat Nelayan NU NTT sebagai wujud syukur dan mempererat hubungan antara masyarakat nelayan dengan Pemerintah Kota Kupang.(*/crd)